Blog, Blog and Blog!

Ah, karena jadwal penerbangan delay, saya sempatkan untuk menulis blog ini sambil menunggu. Hari ini tepat 20 April 2014, merupakan hari Paskah dan Hari ulang tahun Paman saya yang paling bungsu. Senang sekali hari ini saya menelpon keluarga di Toba dan berbicara dengan Mama, beberapa Bibi dan Paman sekedar untuk menanya kabar dan mengucapkan selamat Paskah. Mereka sedang berkumpul untuk acara Ulang Tahun paman. Ulang tahun Paman kali ini terasa sangat special karena tepat berumur 55 Tahun dan bersamaan dengan Hari Paskah juga, makanya dirayakan di Kampung Halaman bersama2 dengan keluarga besar. Selamat Ulang Tahun “Uda Jakarta”, semoga sehat selalu dan segera diberi cucu..🙂

Iya, menunggu penerbangan ke Tokyo karena untuk 2 minggu kedepan ada kerjaan disana. Awalnya merasa sangat excited karena ini spring dan berharap bisa melihat Sakura. Bunga yang sangat terkenal dari jepang ini yang hanya ada pada bulan Maret dan April. Sangking bersemangatnya saya tanya beberapa teman di Jepang apakah Sakura masih ada, tetapi sayangnya mereka mengatakan bahwa Sakura sudah mulai menghilang. Well let see, I wish I can see that next morning.🙂

Oh iya, ceritanya karena sangking bersemangatnya dengan business trip kali ini saya coba search beberapa tempat wisata di Jepang. Dan satu yang menarik bagi saya adalah Fuji Q Highland yang saya temukan dari hasil chatting dengan teman. Dibanding dengan Disney Land Tokyo yang kental dengan dunia anak-anak sepertinya kunjungan kali ini saya akan menyempatkan untuk mengunjungi Fujiq. Selain bisa melihat Iconic Mountain “Fuji San”, dari theme park ini saya bisa mencoba beberapa permainan menantang dan menguji adrenalin. Hahaha.. Sekarang sih semangat banget untuk menyobain permainan2nya, semoga besok kesampaian dan tidak ketakutan.

Biasanya pada setiap business trip begini, waktu stay bisa lebih dari 1 minggu dan harus bisa memanfaatkan weekend dengan baik. Kunjungan ke Jepang kali ini akan sangat menarik karena saya akan melewati 2x week end dan satu hari Japan holiday, makanya dari awal udah nyengir2 ngeliat jadwal begini. Aura setan dan jalan2nya udah ketara semenjak booking tiket dan booking hotel. Hehe. Semoga Jepang kali ini sangat bersahabat, karena saya sudah pede gak bawa jaket tebal selain berat juga malas menuhin koper (jaga2 kalau setan shopping lagi usil).

Ehm, ah boarding call sudah terdengar. Saya boarding dulu, lumayan juga bisa cuap2 sebentar di sini, dibanding olahraga mata karena cewe2 Jepang berkeliaran mondar mandir😀. Sampai ketemu di Tokyo dan tunggu cerita menarik dari Fujiq Highland and “Hiking ke Shandiaoling” yang sangat seru.

Happy Easter Everyone! God Bless us always..

Cheers!

 

Hmm, hampir saja saya melupakan blog ini. Setelah lebih dari 3 bulan di Taipei, saya banyak mengalami hal-hal yang luar biasa. Mulai dari kebosanan, teman baru, libur Chinese New Year, kantor baru, business trip dan segala macamnya. Aktifitas di kantor semakin banyak tetapi semakin terbiasa juga, walaupun masih ragu sana sini tetapi kelihatannya wajar sebagai newbie yang bekerja di Big MNC dan negeri orang.

Selama disini biasanya week end saya habiskan dengan menonton film di apartment, ngemil, masak, window shopping dan gereja. Haha.. Ngomong2 soal gereja, biasanya saya gereja setiap minggu sore di daerah Taipei Main Station. Tetapi belakangan saya lebih nyaman dengan gereja pagi di daerah Daan Park (Holy Family Church), karena waktunya lebih bersahabat untuk menyongsong hari Senin yang bahagia! X_X

Kebanyakan orang2 yang saya temui di Gereja adalah orang2 Indonesia yang sedang belajar bahasa mandarin, studi Master, TKI atau bekas pelajar yang melanjutkan kerja disini. Tidak jarang juga saya bertemu orang Indonesia yang sudah tinggal lama disini karena peristiwa krisis 97! Dari sana saya sempat cerita-cerita dan menyimpulkan bahwa cari kerja di Taiwan itu tidak gampang, apalagi kalau di sektor formal. Maka tidak heran kebanyakan orang indonesia disini bekerja sebagai PRT, buruh di pabrik/home made industri atau translator yang bekerja di Agency penyedia tenaga kerja Indonesia. Mereka tersebar di segala penjuru Taiwan, sehingga kita bisa melihat banyak Toko Indo bertebaran di Taiwan ini. Oh iya, Toko Indo itu adalah sebutan untuk small shop yang menyediakan barang2 asal Indonesia. Kita bisa menjumpai Indomie, Sambal ABC, Indofood, makanan Indonesia dan segala macam Indonesia di toko ini. Selain itu mereka biasanya menyediakan fasilitas pengiriman uang dan barang ke Indonesia dengan harga yang cukup bersahabat. Oh iya, sangking banyaknya PRT asal Indonesia yang bekerja di Taiwan saya sendiri menjumpai 3-4 orang Indonesia yang bekerja di bangunan apartment saya. Haha, senang juga kadang bisa ngobrol dengan mereka kalau lagi ketemu buang sampah!🙂

Well..  Kembali ke topik, apasih syarat kerja diluar negeri? Atau mungkin lebih khususnya Taiwan? OK, ditulisan kali ini mungkin saya bisa kasih gambaran umum dan lebih mendetail mengenai persyaratan visa kerja Taiwan. Hmm, pertama dan yang paling utama sebagai syarat kerja diluar negeri adalah PEMBERI KERJA! Ya sudah pasti, kalau mau kerja kita harus punya perusahaan atau pemberi kerja terlebih dahulu baru bisa kerja. Dan kerap sekali ini merupakan syarat penting dalam pengurusan Visa (ijin tinggal). Pertanyaan berikutnya, bagaimana bisa mencari pemberi kerja? Usaha Bro! Iya, kalau memang ingin bekerja di luar negeri harus berusaha cari lowongan di internet, cari koneksi dan yang paling penting usaha mempersiapkan pengalaman dan skill! Pengalaman dan skill merupakan hal mendasar yang dibutuhkan kalau mau bekerja diluar negeri, tanpa ini bakal susah survive. Nah, selain usaha yang penting juga dimiliki adalah niat, tekad dan semangat, karena kerap sekali dalam pencarian kita menemui jalan buntu dan berkali-kali ditolak. Oh ya, agar bisa menarik minat pemberi kerja kita harus pandai-pandai dalam mempromosikan diri. Haha.. Misal dalam penulisan dan penyajian CV, kita harus bisa dengan gamblang memberitahukan bahwa kita ini kompeten dan berpengalaman untuk pekerjaan yang ditawarkan. Triknya adalah, ah kita bahas lain waktu saja kalau itu tetapi carilah lowongan yang requirementnya benar-benar sesuai dengan pengalaman dan kemampuan kita. Karena pengalaman pribadi, saya buang2 waktu ketika melamar lowongan tanpa melihat jelas requirement dari lowongan tersebut (asal coba).

Setelah melewati berbagai macam test, wawancara dan segala macam hingga akhirnya mendapatkan pemberi kerja berarti selamat anda sudah bisa bekerja diluar negeri. Berikutnya harus bagaimana? Bersiaplah untuk mengurus Ijin Tinggal, Tempat Tingal, ID, Bank Account dan cari informasi sebanyak2nya mengenai negeri baru yang akan anda tempati. Nah, ijin tinggal (Visa) biasanya hal paling pertama yang harus kita urus. Karena tanpa ini kita tidak bisa memasuki negara orang dan bekerja disana. Well, ada banyak sebenarnya jenis-jenis visa dan itu tergantung kebutuhan kita. Ada visa pelajar, visa turis, visa kerja, visa diplomatik dan segala macamnya. Nah biasanya untuk kebutuhan kerja, kita harus memiliki visa kerja dan masa aktifnya lebih panjang. Persyaratan visa bermacam-macam tergantung negara yang kita tuju. Karena sampai saat ini pengalaman saya hanya di Taiwan, maka berikut ini adalah persyaratan untuk Taiwan. Nah pengalaman saya untuk Taiwan, sebelum mengurus Visa saya terlebih dahulu harus mengurus “Working Permit”, working permit ini nantinya bakal menjadi syarat saya dalam pengurusan visa kerja. Untuk persyaratan working permit sendiri adalah:

Required Documents:
1. Scanned copy of your passport identity and signature page.
2. Copy of your up-to-date resume.
3. Scanned copy of your degree/academic certificates.
4. Copy of your signed employment contract with Employer in Taiwan.
5. Scanned copy of your colored passport style photograph taken within the past 6 months and in white background.
6. Copies of your Employment Reference Letter/s from your current and previous employers.

Note:
*. University degree certificate – Your certificate must be notarized by a public notary in Indonesia, Education Ministry of Indonesia and then authenticated by Taipei Economic & Cultural Office in Indonesia (Jakarta). The certificate should be translated into English and both the English version and the original version should be authenticated.

*. Qualification/ Employment Reference certificate showing minimum 2 years working experience – this must also be notarized by public notary and then authenticated by Taipei Economic & Cultural Office in Indonesia (Jakarta).

*. Signed employment contract with Employer in Taiwan – the version you provided is the Employee Proprietary Information Agreement. Please forward us the offer letter or similar documents which contains your salary information, job title and on board date.

Nah persyaratan2 tersebut diatas harus kita sediakan untuk pengurusan working permit di Taiwan. Pengalaman saya hal ini membutuhkan waktu sekitar 2 bulan. Karena kebanyakan waktu habis di Jakarta untuk pengurusan legalisir notaris dan kementrian2. Sementara untuk pengurusan working permit di Taiwan hanya 2 minggu. Jadi waktu itu saya kebetulan diberikan fasilitas pembantu untuk mengurusi ini semua, jadi saya hanya tinggal kirim dokumen2 ke agency dan mereka yang mengurus semuanya di Taiwan.

Nah setelah working permit jadi, maka hal berikut yang harus dipersiapkan adalah Visa. Seperti yang saya bilang tadi, working permit dibutuhkan sebagai persyaratan visa kerja. Tetapi kemarin, saya akhirnya menggunakan visa turis untuk masuk Taiwan lalu setelah di Taiwan baru visa saya di convert menjadi visa kerja dengan bantuan Working permit tadi. Persyaratan untuk Visa Taiwan sendiri bisa dilihat di http://www.roc-taiwan.org/ID/lp.asp?ctNode=12470&CtUnit=62&BaseDSD=7&mp=292 nanti kita akan diwajibkan untuk mengisi formulir online, medical check up lalu datang ke TETO (Taiwan Economic and Trade Office) untuk menyampaikan aplikasi kita (bisa diwakilkan). Dokumen pelengkap yang saya bisa highlight disini adalah Surat Keterangan Catatan Kepolisian, untuk yang satu ini harus dari MaBes Polri. Untuk Medical Check Up, harus dilakukan di klinik2 yang bekerja sama dengan TETO. Oh iya, semua dokumen wajib di legalisir oleh lembaga terkait semisal kepolisian, kementrian luar negeri dan kementrian kesehatan. :-s

Dan apabila semuanya beres, berarti sudah eligible untuk masuk Taiwan. Oh, jangan lupa ketika mempersiapkan hal diatas sekalian cari2 tempat tinggal. Karena pengalaman saya kemarin di Imigrasi ditanya perihal tempat tinggal. Untung saja saya sudah mendapat tempat tinggal dan membawa copy dari Lease Agreement. Kalau misal belum ada, minimal kenali dengan jelas alamat kantor (baik english maupun mandarin).Dann… setelah itu semua kita akan mendapatkan ARC (Alien Residence Certificate) yang mana semacam KTP sementara untuk tinggal di Taiwan dan disitu tertulis keperluan kita apakah bekerja, belajar atau lainnya. ARC ini juga sangat vital untuk kita bisa mengurus Bank Account, sewa tempat tinggal serta sebagai Taiwan multiple entry document. Untuk Bank Account tidak bisa tanpa ARC, kemarin saya membutuhkan waktu 2 minggu hingga ARC selesai. Bank Account opening cukup mudah apalagi kalau bisa mandarin, gak ada bank account gak bisa pay roll bro! Untuk yang tidak bisa mandarin boleh pilih bank Internasional seperti HSBC, Standard Chartered, ANZ atau semacamnya. Untuk Bank lokal banyak tinggal pilih, tetapi beberapa teman saya menyarankan Fubon Bank. Jangan coba buka account di Citibank, karena orang berpassport Indonesia di blacklist!

Setelah itu semua, bersiaplah untuk menjalani hari2 baru di tempat kerja baru dan suasana baru. Akan banyak experience dan experiment2 yang akan dilalui. Banyak memang kontroversi mengenai apa enaknya bekerja diluar negeri, lebih enak kerja dinegeri sendiri, kerja diluar negeri lebih tinggi gajinya, dan segala macamnya. Menurut saya pribadi, bekerja diluar negeri itu pastinya banyak untungnya dari pada ruginya. Alasan detailnya saya lanjutkan pada tulisan-tulisan berikut kali ya.🙂

“Dunia ini begitu luas dan hidup ini terlalu indah untuk disiasiakan. Learn more, earn more and then share more!”

Sebulan sudah saya di Taipei, bisa dibilang saya semakin terbiasa. Oh iya, sebelumnya Merry Christmas!! And Happy New Year 2014! Natal tahun ini begitu special bagi saya karena ini Natal pertama saya di Taipei. Tetapi bisa dibilang perayaan Natal disini tidak begitu ramai, karena memang mayoritas penduduk Taiwan bukan pemeluk agama Kristen. Jadi Natal 2013 saya habiskan sendirian di apartment dengan beberapa cemilan dan berdoa sendiri. Tetapi tahun baru ini cukup menarik bagi saya, karena pertama sekali melihat 101 fireworks! Hanya satu kata untuk itu, Awesome! Belum pernah sebelumnya melihat langsung kembang api sebesar dan sebaik itu. Terorganisir dan didesign sangat apik sekali, bagi yang penasaran bisa langsung search di Youtube🙂.

Hari-hari saya di Taipei saya habiskan kebanyakan untuk bekerja, ya mulai 25 November 2013 yang lalu saya memulai karir saya di Taiwan dengan salah satu perusahaan asal amerika ya itu Google International LLC, Taiwan Branch! Merupakan pengalaman dan suatu mimpi yang menjadi kenyataan bisa bekerja di perusahaan sebesar ini. Tidak pernah terpikir sebelumnya bisa bekerja dan menjadi bagian dari perusahaan yang terkenal dengan search engine dan Page Rank algorithm ini. Berbekal nama besar dari Google saya resign dari perusahaan lama saya dan berangkat ke Taipei dengan harapan yang lebih baik. Haha…

Bisa dibilang pekerjaan saya disini tidak begitu berbeda jauh dengan perusahaan sebelumnya. Di Google saya menempati posisi sebagai Network Engineer Deployment, yang berfungsi sebagai engineer yang men-deploy perangkat-perangkat network. Jadi pekerjaannya lebih banyak kepada installasi, commissioning, circuit turn up dan maintenance. Satu kata yang saya bisa share untuk bekerja sebagai Network Engineer Deployment disini adalah, Prosedural :-s! Suatu hal yang saya belum terbiasa sebenarnya, dikarenakan banyak sekali dokumentasi yang harus dilakukan untuk hal2 yang saya bisa lakukan dengan cepat di perusahaan sebelumnya. Tetapi semakin saya berpikir sejenak, hal ini merupakan sesuatu hal yang wajar mengingat kualitas network dan service Google yang bisa dibilang sangat handal dan baik.

Budaya kerja di Google menurut saya sangat menarik, mungkin sudah sering diperbincangkan di media2 elektronik mengenai budaya bekerja dan fasilitas kantor di Google. Dan saya bisa bilang bahwa itu BENAR! Haha.. Meskipun kebanyakan informasi yang paling banyak diberitakan adalah mengenai kantor pusat Mountain View, tetapi di kantor2 cabang selalu berusaha memberikan fasilitas yang sama dan sebanding juga. Saya pribadi merasakan budaya bebas bertanggung jawab sangat menonjol di perusahaan ini. Tidak ada alasan untuk menjadi buruk di perusahaan ini, karena seluruh fasilitas diberikan dengan sangat baik oleh perusahaan dan equal! Prinsip lain yang dipegang di perusahaan ini adalah transparansi, semua informasi terbuka selama berada di dalam lingkungan internal (terkecuali salary pastinya).

Sedikit saya ceritakan pengalaman saya mengenai proses seleksi menjadi karyawan disini, kalau mengingat ini saya agak sedikit lucu karena saya tidak tau apakah kebetulan atau tidak prosesnya sama seperti yang ada pada film Internship. Disaat saya merasakan kegalauan akan masa depan dan untuk mencari pengalaman yang lebih baik, saya mulai mencari-cari lowongan diinternet. Setiap mencari lowongan saya selalu memulainya pada Google page, hingga akhirnya saya tersadar akan Google! Ya, mengapa saya tidak mencari lowongan di perusahaan yang memberikan fasilitas pada saya untuk mencari lowongan?! Hahaha.. Dan akhirnya saya search “google jobs” dan mendapatkan begitu banyak lowongan yang dibuka baik di Jakarta maupun APAC. Saya mencoba 2 lowongan yaitu di Jakarta dan Network Engineer Deployment untuk Hongkong, Tokyo dan Singapore. Satu minggu setelah itu saya mendapatkan email dari internal head hunternya Google yang menyatakan bahwa mereka tertarik akan CV saya dan akan menjadwalkan interview.

Setelah menyetujui jadwal interview, saya mulai membaca2 dan googling mengenai pengalaman interview dari orang2 yang pernah mengalaminya. Dan saya mendapatkan clue bahwa materinya cukup dalam pada teori dan pengalaman bekerja. Interview pertama dilakukan lewat telephone, dan yang menjadi pewawancara adalah seseorang yang berada di Dublin, Irlandia. Waktu yang dibutuhkan untuk interview adalah 30 menit dan mereka menanyakan pertanyaan sebanyak-banyaknya.  Apabila kita menjawab dengan benar biasanya mereka akan mengatakan “cool”, “good” atau “ok”. Hahaha… Setelah interview pertama saya agak sedikit ragu ada beberapa hal yang saya tidak bisa jawab dan memang benar yang ditanyakan merupakan teori2 teknis sederhana tetapi fundamental. Oh iya, semua interview dilakukan dengan bahasa inggris meskipun kita mendaftar pada Google Indonesia sekalipun.

Tidak sampai 3 hari setelah interview pertama saya dikabari bahwa mereka suka akan result interview dan akan dilanjutkan dengan 3 interview sekaligus. Tahap interview selanjutnya merupakan onsite interview dan saya memilih kantor Google Jakarta sebagai tempat interview, meskipun interviewnya juga pakai Google Hangout sebenarnya. 3 interview ini juga saya lalui dengan baik, pertanyaan2nya masih sama seputar teori sederhana dan fundamental dalam pengalaman bekerja. Setelah ini masih ada satu interview terakhir dan menurut saya materi terakhir ini campuran antara kepribadian, pengetahuan managerial dan teknis. Setelah 5 interview, feedback dari seluruh interview akan direkap dan diserahkan ke kantor pusat untuk dipertimbangkan. Apabila setuju maka hasil interview akan diteruskan pada offering dan hingga akhirnya penandatanganan kontrak.

Proses yang saya rasa cukup panjang tetapi tepat guna, karena saya pernah mengalami proses penerimaan kerja yang sangat panjang tetapi menyebalkan di salah satu bank kenamaan di Indonesia yang pada akhirnya saya tidak diterima karena ketidak cocokan antara demand dan supply?! Padahal saya sudah menghabiskan waktu sekitar 3 bulan untuk melalui semua test, tertulis, interview maupun psikotest.

Sekarang ini saya masih berstatus sebagai Noogler, New Googler! Saya dituntut menyesuaikan diri secepatnya dalam lingkungan kerja beserta prosedur-prosedurnya! Sekian dulu, nanti saya lanjut lagi deh.. haha..

Haiya..

Sampai juga di Negeri Cina! Ya, sesuai judul saat ini saya sudah pindah ke Taipei. Tempat baru saya meniti karir sebagai Network Engineer.  Tidak terasa selama hampir 3 bulan penantian saya bisa juga sampai negeri ini, negeri dimana mayoritas penduduknya adalah Chinese dengan Taipei sebagai ibu kotanya. hahaha.. Sebenarnya saya sudah sekitar 2 minggu di Taipei tapi baru bisa nulis sekarang ini.

Kesan pertama yang saya dapatkan setibanya disini adalah Teratur! Kata yang sangat tepat untuk menggambarkan suasana kota ini. Saya sampai di Taipei menggunakan pesawat plat merah kebanggaan bangsa dengan terlebih dahulu transit di Jakarta. Awalnya pernah terpikir untuk transit di Singapore atau Kuala Lumpur, karena dari kampung halaman (baca: Pekanbaru) 2 kota ini lebih dekat. Hanya saja untk transit di 2 negara tetangga ini, pertimbangannya adalah harus pindah pesawat/transfer flight atau bermalam (+1 day) sehingga saya putuskan untuk menggunakan Garuda saja agar tidak pindah2 bagasi. Dari Jakarta waktu tempuh yang dibutuhkan hingga sampai Taoyuan International Airport adalah kurang lebih 5 jam. Nah Taoyuan ini terletak kurang lebih 1 jam perjalanan dari Taipei, sama halnya seperti Cengkareng dan Jakarta sehingga dari Taoyuan saya harus lanjut lagi menggunakan Bus + HSR lalu Taxi ke Apartment.  Untungnya ada Zizah (Laila Azizah) teman kuliah dulu waktu di Jogja yang sedang mengambil studi S2 disini,  sehingga saya tidak perlu bingung karena Zizah sudah aturkan dan jemput saya ke Taoyuan.

Sesampainya di Taipei saya langsung pergi menuju apartment. Untuk urusan Apartment sendiri, saya sebelumnya sudah cari dan sudah tau mau tinggal dimana. Untuk teman2 yang kesulitan atau ingin mencari tempat tinggal di Taipei bisa coba liat di http://www.rentaltw.com. Saya sangat merekomendasikan web ini, apalagi buat teman2 yang tidak bisa membaca dan berbahasa mandarin. Web ini sangat lengkap dan kita tinggal email apartment yang kita inginkan yang sesuai dengan budget tentunya, lalu nanti akan ada agent yang menghubungi kita. Selanjutnya segala urusan bisa dipermudah karena si Agent bisa bahasa inggris dan tetap maintain hubungan dengan kita sebagai penyewa. Agent juga berfungsi sebagai perantara dengan Land Lord (si empunya apartment) apabila kita mengalami masalah atau kita punya keinginan lain. Lagi2 saya berterimakasih kepada Zizah, karena dia sudah berbaik hati untuk mengecek apartment ini sebelum melakukan deal.

Taipei 101 Tower.

Taipei 101 Tower.

Lokasi apartment sendiri adalah di Xinyi District, tidak terlalu jauh dari kantor yang bisa ditempuh 12 menit menggunakan bus. Kalau mau jalan kaki ya sekitar 30 menit dengan bonus keringat plus jantung sehat. Kantor yang sekarang lokasinya berada di Taipei 101 Tower, lantai 77! Ah, entahlah kalau ngomong2 soal ini sama sekali tidak menyangka sebelumnya bisa ngantor dan naik ke bangunan yang pernah menyandang predikat gedung tertinggi di dunia dan dengan segala rekor lainnya setiap hari. Ngomong2 soal Taipei 101, banyak keunikan2 yang bisa di search dari Uncle G!

Hingga saat ini, masih banyak pengalaman dan hal2 baru yang saya ingin ceritakan sebenarnya, mungkin dilain kesempatan nanti saya sambung lagi. Selama 2 minggu di Taipei saya merasa enjoy, canggung dan agak sepi juga karena berpisah dari keluarga di Pekanbaru. Tetapi life must go on, apa yang saya lakukan dan dapatkan disini merupakan pilihan yang sudah saya buat sebelumnya! So, saya mulai menikmati dan mulai terbiasa. Semoga adaptasi bisa berlangsung lebih cepat dan lebih baik. Oh iya, btw Taiwan saat ini sedang Winter jadi hawanya agak dingin. Hahaha.. This is the first winter in my life!

Ok lah, segini dulu. Nanti akan dilanjutin lagi nulisnya karena masih harus mempersiapkan kerjaan untuk minggu depan. Sebagai Noogler masih banyak yang harus saya persiapkan supaya bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan kantor. Noogler? Yak, bagi yang sudah pernah nonton film Internship pasti tau apa itu Noogler and yes now I am a Noogler! 

(bersambung..)

Waktu jaman kuliah dulu saya taunya ada sertifikasi untuk jaringan komputer, namanya CCNA. Pemahaman saya waktu itu adalah orang yang lulus CCNA ini adalah orang yang jago jaringan dan pekerjaannya pasti Admin Jaringan. Mereka pasti mengerti banyak tentang jaringan komputer dan pasti jago hacking2 internet. Hahaha.. Saya sendiri waktu itu hanya mengerti jaringan komputer sebatas LAN, IP Address, subnet mask 255.255.255.0 dan taunya makai WiFi kampus yang gratis. Saya juga tidak mengerti kepanjangan CCNA apalagi tau Cisco itu apa tidak kepikiran sedikitpun.

Yak, terhitung bulan Oktober kemarin genap 2,5 tahun saya memegang sertifikasi Cisco ini. Terakhir saya memegang CCNP-SP (Service Provider) dan sudah lulus ujian CCIE SP Written. Hehe.. CCIE bisa dibilang jenjang akhir dalam urutan sertifikasi Cisco, untuk mendapatkan sertifikasi ini harus melalui 2 type ujian yaitu Written Test dan Lab Test. Untuk written test bisa diambil di Pearson Vue, sementara untul Lab Test harus dilakukan pada kota-kota atau negara-negara tertentu yang menyelenggarakannya seperti Hongkong, Beijing, Tokyo, Dubai, Brussels dan sebagainya. Sebenarnya masih ada lagi jenjang paling akhir yaitu Architect, tetapi tidak banyak orang yang kepengen sampe tahapan ini.😀

Ah sudahlah, kalau ngomongin CCIE mah yang ada nambah pikiran. Hehe, ya karena sampai saat ini saya masih kepengen lulus sertifikasi ini tetapi belum tau kapan bisa ambil Lab Testnya. Tulisan ini sendiri saya buat bagi teman2 yang masih bertanya-tanya tentang Cisco, CCNA atau Cisco Certification karena setelah saya mengerti banyak orang yang salah kaprah seperti CNAP = CCNA atau yang lainnya.

Jadi sepengetahuan saya, Cisco merupakan salah satu brand Networking Equipment yang sangat terkenal dari USA. Bisa dibilang Cisco merupakan Leading Brand untuk networking solution untuk sektor Enterprise maupun Telecommunication. Untuk mempermudah mereka menjual produk dan membantu para pengguna dalam pengoperasian produk mereka, Cisco membuat suatu program sertifikasi untuk mengakomodir hal itu. Ditambah lagi dengan bisnis modelnya Cisco yang menggunakan Partnership System dalam penjualan produknya, program sertifikasi ini sangat cocok sekali. Sampai saat ini, tingkatan dan track dari Cisco Certification Program ada seperti pada gambar dibawah ini:

Cisco Certification

Yak ada 5 jenjang dan 10 track. Setiap jenjang memiliki level kemampuan dan requirement yang berbeda2. Lebih lengkap bisa di check disini. Untuk track sertifikasi itu dibagi berdasarkan pengelompokan teknologi produk yang dimiliki oleh Cisco. Sebentar, dimana CNAP? Aha, CNAP (Cisco Networking Academy Program) itu adalah program yang dibuat oleh Cisco untuk mempersiapkan orang-orang yang ingin mengambil sertifikasi CCENT dan CCNA sebagai initial level sebelum lanjut ke jenjang2 berikutnya. Jadi setelah lulus CNAP harus mengambil ujian CCENT/CCNA lagi untuk mendapatkan sertifikasi Cisco. Sebenarnya tidak ada keharusan orang mengambil/lulus CNAP terlebih dahulu untuk mendapatkan sertifikasi CCNA. Saya sendiri merupakan orang yang tidak mengambil CNAP karena dulu Papa Mama gak punya duit untuk biayai ikut CNAP ini. T_T

Hingga saat ini menurut saya sertifikasi Cisco masih merupakan acuan untuk preferensi pengetahuan teknis di dunia kerja terlebih untuk urusan Computer Networking. Banyak orang yang berusaha untuk mendapatkan sertifikasi ini dengan harapan mempermudah pencarian kerja, meningkatkan karir dan tentunya meningkatkan Gaji! Biaya untuk ujian sertifikasi Cisco sendiri bisa dibilang cukup mahal dan ujian sertifikasi Cisco ini bisa diambil secara online di Pearson Vue test center. Pearson Vue merupakan test center yang ditunjuk untuk menyelenggarakan ujian sertifikasi tersebut. So bagi teman-teman yang ingin ujian dan dapat Cisco Certification bisa mendaftarkan diri ke Pearson Vue atau test center terdekat, lebih lengkap bisa lihat pada www.pearsonvue.com.

Oke deh, segitu dulu soal Cisco Certification. Kalau ada yang kurang jelas silahkan tanya ke Om Google! wkakaka..

Cheers!

Aha..

Entah kenapa, karena suatu hal saya pernah berjanji pada diri sendiri bahwa suatu saat saya harus bisa berbagi dengan orang lain di internet. Yak, internet? Kenapa internet? Iya internet, karena saya sadar tanpa internet bisa jadi apa saya sekarang? Hampir semua hal saya bisa dapatkan dari internet dan banyak sekali pengetahuan2 yang saya dapat melalui teknologi ini. Oh iya, ngomong2 tentang suatu hal akan saya ceritakan suatu hal ini pada tulisan2 selanjutnya! :)

Begitu pentingnya internet, sampai2 saat ini saya bisa dibilang tidak bisa lepas dari teknologi yang menghubungkan segala penjuru dunia ini. Saya bisa menyelesaikan kuliah S1 saya dengan banyak sekali bantuan internet. Semua referensi dan bahan2 Skripsi saya mulai dengan mencarinya di internet. Banyak sekali sumber2 informasi yang tersedia di dunia maya ini, mulai dari website, forum, portal dan blog. Saya banyak membaca dan mendapatkan informasi2 ringan tetapi penting dari blog2 orang yang saya sendiri tidak pernah tau siapa pembuatnya. Hahaha… Tetapi hal inilah yang menjadi motivasi bagi saya dalam menulis blog ini. Saya merasa sampai kapan saya terus-terusan meminta dan menikmati informasi2 dari blog2 orang lain?

Sebenarnya blog ini sudah sangat lama saya buat, jauh saat jaman kuliah dulu. Tetapi saya merasa tidak pede dan tidak tau harus menulis apa. Pada intinya saya juga seorang yang tidak jago dan bakat dalam menulis, tetapi saya akan mulai dan belajar. Saya ingin berkontribusi dan membagi informasi2 serta pengalaman2 yang saya punya melalui blog ini. Jadi blog ini merupakan blog pribadi saya, semua yang ada dalam blog ini murni merupakan pengalaman, pengetahuan dan pemikiran saya baik secara objektif dan subjektif.  Selamat menikmati dan semoga bermanfaat. Selamat ngeblog and stay tune Buddy!

.:i:.

Blog history

September 2016
M T W T F S S
« Apr    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930